Selamat Datang di Akun Resmi KMTE FT UMS. KMTE (Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro) UMS adalah organisasi mahasiswa tingkat jurusan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. KMTE didirikan pada 15 Oktober 1993 di Surakarta. Mabes KMTE berada di Gedung F lantai 1 Fakultas Teknik kampus 2 UMS.

Sabtu, 21 Mei 2022

HARI REFORMASI NASIONAL



 [HARI REFORMASI NASIONAL]

.

21 Mei 2022

.

Peringatan hari Reformasi Nasional ditetapkan pada tanggal 21 Mei yang mana masyarakat Indonesia menuntut sebuah reformasi. Penuntutan itu bukan tanpa alasan. Semua yang terjadi adalah akibat dari sebuah dinamika dan juga penyimpangan-penyimpangan yang sedang terjadi saat itu.

Penyebab Terjadinya Reformasi di Indonesia

Dimuat dari laman Kepustakaan Perpusnas, Soeharto resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia sejak Maret 1968. Sejak saat itu, Soeharto memulai rezimnya yang dikenal dengan sebutan Orde Baru.

Dalam menjalankan pemerintahannya fokus yang utama Soeharto ialah pembangunan ekonomi Indonesia. Dikutip dari Lilik Eka Aprilia, dkk dalam penelitiannya yang berjudul Berakhirnya Pemerintahan Presiden Soeharto Tahun 1998 (2014: 1), disebutkan bahwa konsep pembangunan ekonomi yang lebih maju menurut Soeharto ialah dengan melakukan stabilisasi keamanan baik nasional maupun regional.

Oleh karena itu, Asvi Warman Adam dalam bukunya yang berjudul Membongkar Manipulasi Sejarah (2009: 46), menyebutkan bahwa Presiden Soeharto mempercayakan pembangunan ekonomi kepada kaum teknokrat. Soeharto pun menunjuk orang-orang seperti Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, J.B. Sumarlin, Saleh Afiff, dan Andrianus Mooy sebagai pelopor utama dalam membangun perekonomian Indonesia.

Mengutip dari dalam buku Reformasi & Jatuhnya Soeharto karangan Basuki Agus Suparno (2012: 53-54), disebutkan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi pada saat itu dapat dilihat dari menurunnya angka inflasi pada angka 40-50% dari yang sebelumnya 650%.

Selain itu, mereka mampu menjadwalkan kembali pembayaran utang luar negeri dan juga membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 8,6%. Padahal, sebelumnya mereka hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi pada angka 5%.

Akan tetapi, semua citra baik yang telah dibangun oleh Soeharto perlahan runtuh akibat tergerusnya kepercayaan publik terhadap pemerintahannya. Rakyat mulai tidak percaya, karena maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme di tubuh pemerintahan.

Kemudian, sikap otoriter dan hilangnya kebebasan pers maupun berpendapat membuat rakyat tidak nyaman. Akibatnya, terjadi berbagai peristiwa mencekam di berbagai wilayah. Muncul konflik-konflik sosial budaya yang sampai melibatkan isu sara. Puncak dari ketidakpercayaan rakyat, yaitu ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1997.

Pada awal Juli 1997 krisis terjadi di Thailand yang diikuti dengan penurunan nilai tukar mata uang di berbagai negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Nilai tukar rupiah yang mulanya Rp2.500 per dolar AS mengalami kemerosotan hingga 9 persen. Kemerosotan nilai tukar rupiah terus terjadi, pada Oktober 1997 nilai tukarnya menjadi Rp4.000 per dolar AS.

Puncak kemerosotan itu terjadi pada Januari 1998, di mana nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17 ribu per dolar As. Melemahnya nilai rupiah, mengakibatkan naiknya harga bahan-bahan pokok, harga premium naik dua kali lipat, ribuan usaha bangkrut, meluasnya pengangguran, terjadinya PHK besar-besaran, dan meningkatnya jumlah orang miskin baru.

.

Departemen Komunikasi dan Informasi

.

Regards KMTE 2022⚡

#teknikelektro

#elektrojaya

#KMTEjaya

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support