Selamat Datang di Akun Resmi KMTE FT UMS. KMTE (Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro) UMS adalah organisasi mahasiswa tingkat jurusan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. KMTE didirikan pada 15 Oktober 1993 di Surakarta. Mabes KMTE berada di Gedung F lantai 1 Fakultas Teknik kampus 2 UMS.

Sabtu, 26 Juni 2021

HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL

 

[HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL]

Seperti lazimnya setiap tanggal 26 Juni kita peringati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), penetapan tanggal 26 Juni sebagai Hari Narkoba sedunia diinisiasi oleh United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988. Kegiatan HANI dilakukan setiap tahun untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba, dan tema tahun 2020 ini adalah ”Hidup 100 % di Era New Normal, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkotika”. Peringatan HANI pada tahun 2020 ini disaat situasi dan kondisi yang memprihatinkan di tengah pandemi wabah virus corona (covid 19) yang semakin massif. Disaat wabah covid 19 menyita seluruh perhatian kita, ancaman narkoba juga belum berakhir, pada situasi pandemi covid 19 yang melanda negeri kita, banyak hal yang membuat aktivitas kita terhanti, namun disisi lain masalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tidak pernah berhenti di negara kita. Meskipun demikian dalam konteks upaya penanggulangan narkoba, masyarakat perlu dan harus terus diingatkan bahwa keamanan narkoba sudah sejak awal ada sebelum serangan virus corona itu muncul.

Dalam situasi dan kondisi pandemi covid 19, program-program Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penanggulangan dan pencegahan pemakaian narkoba disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Upaya sosialisasi bahaya narkoba yang biasanya menghadirkan masyarakat tentunya tidak dapat lagi dilakukan untuk sementara waktu. Diantaranya adalah program BNN menyapa dengan mobil keliling untuk sosialisasi, program ini dianggap aman untuk dilaksanakan mengingat petugas tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat walau dalam kondisi krisis pandemic seperti saat ini, kita tetap harus bekerja keras dan dituntut kreatif dan inovatif dalam melaksanakan upaya pencegahan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Ditengah masa darurat covid 19 tentunya dampaknya terhadap ekonomi masyarakat kecil dan menengah tentunya sangatlah dirasakan. Beralihnya fokus pemerintah dalam penanganan covid 19 ini, krisis ekonomi yang dirasakan meningkatnya jumlah pengangguran dan bertambahnya tenaga kerja yang di PHK, tentunya dapat menjadi “azas manfaat” bagi para bandar narkoba untuk mensuplai dan memperdagangkan barang haram tersebut. Hal ini yang harus benar-benar kita waspadai.

Ketidakpahaman masyarakat mengenai narkoba dan resikonya, dapat menjadi celah para bandar dalam memasarkan barang haram ini. Iming-iming ditengah masa pandemic covid 19 ini, ekonomi semakin sulit, tingkat stress masyarakat karena covid 19 yang tinggi, sulitnya mencari pekerjaan sudah tentu masyarakat yang tidak mengetahui dampak buruknya dan berfikir pendek, dapat diperdaya dan dibohongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (bandar dan pengedar). Jangan sampai masyarakat yang sehat lengah malah menjadi kurir narkoba.

Disini akhirnya kita dapat menyadari bahwa penyuluhan dan informasi di masyarakat mengenai bahaya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba serta covid 19 sampai saat ini belumlah maksimal. Untuk itu penyuluhan dan tindakan edukatif harus direncanakan, diadakan dan dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan sarana atau media yang tepat dan sesuai untuk masyarakat disamping upaya kita dalam pencegahan penyebaran covid 19.

Slogan bahwa Indonesia darurat narkoba nampaknya masih relevan dan sulit untuk memutus mata rantai peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, situasi darurat yang memprihatinkan ini juga terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Ada faktor-faktor permasalahan terkait dengan kejahatan narkoba. Pertama kejahatan narkoba tanpa pandang bulu, semuanya dijebloskan ke tahanan dan berakhir di penjara. Kedua, prevalensi penyalahguna trennya naik dari tahun ke tahun, dampaknya yang meninggal sekitar 15 ribu orang pertahun. Ketiga, penjara mayoritas dihuni terpidana narkotika, kondisinya overload, aparat Lapas menjadi tidak berdaya. Keempat tempat rehabilitasi jumlahnya sangat terbatas. Kelima, masyarakat salah kaprah dalam memandang penyalahguna (tak mampu membedakan dengan pengedar). Mereka menganggap benar kalau penyalahguna ketika disidik, dituntut, diadili, ditahan dan dihukum penjara. Kelima indikator ini yang menyebabkan kesimpulan darurat narkotika di Indonesia.

Oleh karena itu, penanggung jawab fungsi penegakan hukum dan pengemban fungsi rehabilitasi narkotika diminta mengambil langkah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing Kementerian dan Non Kementerian guna mengubah kondisi darurat narkotika menjadi kondisi yang kondusif agar lambat laun laju perkembangan peredaran gelap narkotika mereda dan dapat dikendalikan. Penegak hukum diminta agar membangun system pelaksanaan penegakan hukum yang searah tujuan dibuatnya Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu penegakan hukum yang mengintegrasikan upaya hukum dan upaya kesehatan terhadap penyalahguna agar tetap mendapatkan hukuman sekaligus menyembuhkan, yaitu hukuman rehabilitasi.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi, serta kemanan dan kedamaian dunia. Penyalahgunaan narkotika menyebabkan sekitar 190.000 orang di dunia mati sia-sia setiap tahunnya

.

Narkotika juga secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya, seperti pencurian, pemerkosaan, dan pembunuhan. Sementara itu, perdagangan dan peredaran gelap narkotika disinyalir menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung operasi tindakan terorisme

.

Mari tingkatkan kesadaran dan kewaspadaan diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba, menuju Indonesia bersih narkoba. Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, jauhi narkoba selamat Hari Anti Narkoba Sedunia

.

"Singkatnya: katakan saja TIDAK KEPADA NARKOBA, dan mungkin Anda tidak akan berakhir seperti orang yang terluka." -Rodney Dangerfield
.
Departemen Komunikasi dan Informasi
.
Regards KMTE 2021 ⚡️
#teknikelektro
#elektrojaya
#KMTEjaya



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support